HMPII Milik Kita?

Catatan Refleksi Milad HMPII

Tulisan ini merupakan refleksi atas usia HMPII yang memasuki usia 11 tahun. Tulisan ini hanya semacam menjaga eksistensi HMPII sekaligus mendorong (menyemangati) menjadi organisasi mahasiswa perpustakaan dan Informasi yang benar-benar strategis. Menjadi organisasi yang strategis, selain bahwa dalam skalanya sebagai organisasi nasional, bukanlah hal yang mudah. Bahkan jika hanya melalui tulisan (seperti ini), tidaklah cukup untuk memberikan perubahan. Mungkin banyak diantara mahasiswa dan alumni yang pernah berkegiatan (baik secara aktif maupun pasif) di HMPII, tidak mengetahui dan atau bahkan tidak memperdulikan lagi organisasi ini. Tetapi dugaan subjektif ini hanyalah semacam asumsi yang semestinya perlu dijawab bersama secara kritis dan tentu saja itu akan menguntungkan bagi eksistensi HMPII.

Dalam 5 tahun terakhir (periode yang penulis ikuti), keberadaan HMPII belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Di tahun-tahun sebelum itupun, secara kelembagaan kita tidak begitu mengetahui sepak terjang HMPII di masamya. Beberapa sumber yang penulis telusuri di internet tidak cukup menggambarkan perjalanan organisasi ini, kecuali sejarah terbentuk dan agenda-agenda rutin yang tercatat di blog HMPII (hmpii.blogdetik.com). Meskipun demikian beberapa catatan yang pernah disampaikan di kongres LB di UNAIR Surabaya dan kongres di UI memberikan sedikit gambaran organisasi ini.

Pada tahun 2011, organisasi ini mengadakan kongres luar biasa (KLB) HMPII di UNAIR Surabaya karena adanya kevakuman organisasi. Hasil KLB tersebut berhasil melahirkan pengurus baru DPP dan DPD-DPD HMPII serta penetapan anggota baru. Akan tetapi pada KLB ini, tidak berhasil menetapkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang sebenarnya saat itu sempat di perdebatkan statusnya. Artinya, aturan yang sebelumnya tetap menjadi rujukan bagi pengurus HMPII periode 2011-2013. Bahkan sebelum itu, penyelenggaraan KLB sempat di perdebatkan, walaupun kemudian dianggap quorum dan di sepakati demi menyelamatkan organisasi.

Setelah pergantian pengurus yang baru -yang di nahkodai oleh saudara Dicki Agus Nugroho dan Iskandar (Ketuan dan Sekretaris)- organisasi ini mulai berbenah secara administratif, walaupun belum mengarah pada penciptaan suatu iklim atau kultur dalam ber-HMPII. Diantara kinerja administratif yang ditunjukan pengurus DPP HMPII Periode 2011-2013 yakni terdaftarnya HMPII di dikti pada tahun 2012 dan mengaktifkan kembali blog sebagai media informasi dalam menyampaikan informasi kegiatan. Kepengurusan ini berjalan sesuai masa periodenya dengan program kerja diantaranya; pembuatan PDL, Kunjungan Studi, Telminas dan berakhir dengan penyelenggaraan kongres di UI. Terpilihnya UI sebagai tuan rumah, merupakan kesepakatan yang diambil pada KLB di UNAIR Surabaya. Beberapa kawan yang berasal dari UI pada saat itu memang sangat antusias untuk menjadi tuan rumah.

Kongres nasional HMPII IV di UI Jakarta merupakan momen yang memberikan semangat baru ber-HMPII. Hal ini dikarenakan pada kongres inilah tercatat sebagai forum HMPII yang paling banyak dihadiri oleh mahasiswa perpustakaan dan Informasi Indonesia. Hal ini juga dilandasi bahwa sejarah pendirian pendidikan perpustakaan Indonesia tidak terlepas dari pendidikan perpustakaan di UI. Terutama bahwa ada semangat baru yang terlihat dari para panitia (IMASIP UI) dan pengurus DPP akan penyelanggaraan kongres tersebut. Walaupun juga, tidak dapat dipungkiri bahwa daya tarik Jakarta sebagai ibukota negara dan kebesaran kampus UI menjadi salah satu faktor antusias kehadiran mahasiswa perpustakaan dan informasi dari berbagai kampus. Kongres KN HMPII IV yang diikuti sekitar 190 (21 HMJ/BEM-J) peserta menghasilkan pengurus baru, anggota baru, dan DPD baru. Akan tetapi, dalam kongres tersebut, penetapan AD/ART tidak memberikan hasil yang jelas, meskipun telah disidangkan dan ditetapkan, karena desakan atau keterbatasan waktu kongres. Ironinya, hingga saat ini hasil penetapan itu tidak di publikasikan atau di sebar, padahal hal ini penting untuk menjadi rujukan dalam ber-HMPII.

Sementara itu, pengurus DPP periode 2013-2015 yang segera akan habis masa kepengurusannya, mengalami kesulitan dalam beberapa hal, seperti komunikasi antara beberapa anggota HMPII (BEM-J/HMJ), terutama yang terpilih sebagai penyelenggara kegiatan-kegiatan yang telah di tetapkan pada kongres sebelumnya. Selain itu, juga beberapa persoalan yang pernah penulis sampaikan pada artikel Bangkitlah HMPII perlu didiskusikan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Di kesempatan ini, penulis mengharapkan agar pada forum kongres HMPII V yang akan dilaksanakan pada April 2015 di UNPAD Bandung (merujuk pada jadwal DPP HMPII) dapat dijadikan sebagai ruang untuk mendiskusikan secara maksimal persoalan-persoalan internal HMPII, respon/posisinya terhadap kondisi eksternal dan tantangan yang di hadapi dalam memajukan HMPII dan kemahasiswaan. Terutama bahwa penyelenggaraan kongres yang akan dilaksanakan di UNPAD Bandung ini, kiranya dapat menjadi refleksi bersama tentang eksistensi HMPII, sebagaimana tanggal 1 Maret 2004 HMPII di bentuk secara resmi di UNPAD Bandung. Semoga penyenggaraan kongres di UNPAD Bandung oleh kawan-kawan HMJ Ilmu Perpustakaan UNPAD Bandung mempersiapkan segala hal yang menjadi titik awal kita kembali untuk membangkitkan HMPII. Selain itu, kita berharap bahwa pelaksanaan kongres kedepannya, dapat melahirkan mahasiswa-mahasiswa atau kepengurusan yang transformatif, kreatif dan responsif dalam membawa HMPII menuju khittahnya. Semoga dengan mempersiapkan harapan itu, HMPII dapat menjadi organisasi (lembaga) kemahasiswaan yang strategis untuk seluruh mahasiswa perpustakaan dan informasi dalam berproses dan berkarya untuk bangsa.

Selamat Ulang tahun HMPII.

By Irsan (Sahabat HMPII dari UIN Alauddin Makassar)

HMPII

DPP HMPII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *