Kuliah Tamu Internasional OCLC di Universitas Brawijaya

Universitas brawijaya telah siap bergabung dengan organisasi kepustakaan internasional OCLC (Online Computer Library Center). Sebagai persiapanya UB telah menyelenggarakan Kuliah tamu yang dihadiri langsung oleh Direktur OCLC Asia-Eropa

UPT Perpustakaan Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri, Program Studi Ilmu Perpustakaan, Jurusan Administrasi Publik FIA UB dan Perpustakaan Nasional RI serta Online Computer Library Center (OCLC) pada tanggal 4 desember 2014 menyelenggarakan kuliah tamu. Acara yang diselenggarakan di Aula Gedung A FIA UB Lantai 4 tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Perpustakaan Nasional dan Daerah dari seluruh Indonesia, perwakilan prodi ilmu perpustakaan dari beberapa universitas di Indonesia, serta mahasiswa.

Dalam sambutannya, Pembantu Dekan I FIA UB Dr. M.R. Khairul Muluk memaparkan bahwa informasi yang melimpah (information exploded) merupakan suatu problem tersendiri bagi para pemustaka untuk memilah dan memilih informasi yang tepat. Oleh karena itu, hal ini membutuhkan solusi yang dapat menjawab permasalahan tersebut, salah satunya adalah mendirikan Program Studi Ilmu Perpustakaan. Dengan adanya Prodi Ilmu Perpustakaan, mudah-mudahan dapat melahirkan pustakawan-pustakawan yang berkualifikasi di bidangnya, sehingga dapat melayani pemustaka untuk mendapatkan informasi yang tepat dan di saat yang tepat pula, ujar Pembantu Dekan I FIA UB.

Kuliah tamu tersebut sebagai ajang sharing informasi seputar kepustakaan yang ada di dalam OCLC. Direktur OCLC Eropa Dr. Rein van charldorp hadir sebagai pembicara. Dalam kuliah tamu internasional tersebut, van Charldorp banyak menceritakan tentang perubahan wajah perpustakaan di seluruh dunia oleh karena perkembangan teknologi. Pria yang pernah menjabat sebagai Managing Director Online Computer Library Center, Inc. (OCLC) untuk wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika ini mengungkapkan bahwa perpustakaan kini tidak lagi menjadi sebuah tempat penuh buku yang membosankan. Bahkan, ada sebuah perpustakaan di Amsterdam, Belanda, yang tidak memiliki koleksi buku sama sekali, melainkan sederetan komputer dan iPad yang siap digunakan untuk mengakses informasi. Perpustakaan itu menjadi tempat yang menyenangkan karena dilengkapi dengan kantin yang nyaman untuk makan dan minum, koleksi koran terbaru, bahkan piano bagi yang ingin memainkannya, ujarnya.

Lebih lanjut, van Charldorp mengenalkan apa itu Online Computer Library Center (OCLC) kepada lebih dari 400 peserta yang mengikuti acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa OCLC merupakan organisasi nirlaba yang menyatukan katalog online sejumlah perpustakaan di seluruh dunia dalam bentuk katalog induk yang disebut WorldCat. Adanya WorldCat dari OCLC ini akan mempermudah akses informasi yang tersebar di seluruh dunia, serta dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh perpustakaan. Adapun misi dari OCLC itu sendiri adalah menghubungkan orang-orang di seluruh dunia untuk dapat mengakses pengetahuan melalui kerjasama perpustakaan.

Sedangkan visinya adalah perpustakaan-perpustakaan di dunia menjadi terkoneksi. Dengan penuh antusias van Charldorp meyakinkan para peserta untuk bergabung dan menjadi member OCLC. Sudah ada 72.000 perpustakaan di seluruh dunia yang terdiri dari perpustakaan nasional, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan umum, perpustakaan khusus, dan beberapa perpustakaan sekolah tergabung dalam WorldCat OCLC, paparnya. Pada intinya OCLC hadir untuk memenuhi kebutuhan akses masyarakat terhadap informasi diseluruh dunia. OCLC memiliki konsep menggabungkan teknologi komputer dengan kerjasama perpustakaan untuk meningkatkan layanan dengan melalui share katalogisasi secara online dan mengurangi biaya informasi. (ALA/MRH/FIA)

Kepala UPT perpustaakaan UB Johan Nur menyampaikan Indonesia akan bergabung dengan OCLC, dan UB siap untuk menyumbangkan Katalognya sebagai media publikasi dan Informasi dari Indonesia. Kuliah tamu tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi mahasiswa dan lembaga perpustakaan bahwa indonesia siap meningkatkan kualitas perpustakaan sebagai pusat informasi dunia.

Sumber : Fia UB (Peserta Kuliah Tamu International OCLC)

HMPII

DPP HMPII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *